Apa yang perlu diriset sebelum interview perusahaan?
Cari tahu produk, bidang usaha, dan peran yang kamu lamar sebelum bertemu HR.

Riset membantu kamu menghubungkan pengalaman dengan konteks perusahaan, menjawab pertanyaan “mengapa ingin bekerja di sini?”, dan menyiapkan pertanyaan. Catat hal yang sudah kamu ketahui serta hal yang masih perlu dikonfirmasi dalam interview. Panduan ini berisi daftar hal yang perlu diriset, cara menyesuaikannya dengan jenis organisasi, dan jadwal persiapan sederhana.
1. Apa saja yang perlu diriset
Kamu tidak perlu menguasai semua detail perusahaan. Fokus pada informasi yang membantumu menjawab pertanyaan dan menilai kecocokan. Panduan riset pemberi kerja dari Texas State University Career Services bisa dijadikan titik awal. Berikut versi ringkasnya:
- Gambaran umum: bidang usaha, misi, dan sejarah singkat.
- Produk atau layanan, serta siapa pelanggannya.
- Lokasi kantor atau cabang, terutama yang terkait posisi yang kamu lamar.
- Kabar terbaru, misalnya peluncuran produk atau rencana pengembangan.
- Pesaing dan hal yang membedakan perusahaan dari mereka.
- Jalur karier serta pelatihan untuk karyawan.
- Deskripsi peran: tanggung jawab, kemampuan yang dicari, dan tim terkait.
2. Mulai dari sumber resmi
Buka situs perusahaan dan halaman lowongan yang menjadi tujuanmu. Pahami produk atau layanan, pelanggan yang dilayani, dan deskripsi perannya. Perhatikan tanggal informasi agar kamu tidak menggunakan kabar lama sebagai kondisi saat ini.
Setelah itu, lengkapi dengan media sosial resmi, profil perusahaan di LinkedIn, dan berita dari media yang kredibel. Ulasan karyawan di situs lowongan bisa memberi gambaran, tetapi perlakukan sebagai pendapat perorangan, bukan fakta tentang seluruh perusahaan.
Sumber resmi juga membantumu memastikan undangan interview benar-benar berasal dari perusahaan tersebut. Cocokkan alamat email dan kontak pengirim dengan yang tercantum di situs resmi, dan berhati-hatilah jika undangan meminta biaya atau data pribadi yang tidak berkaitan dengan seleksi.
3. Tanyakan kepada orang yang pernah bekerja di sana
Pusat karier seperti Harvard Mignone Center for Career Success dan MIT Career Advising & Professional Development juga menyarankan berbicara dengan karyawan atau mantan karyawan. Mereka bisa menjelaskan hal yang jarang tertulis di situs, misalnya ritme kerja atau jenis proyek di tim tertentu.
Hubungi dengan sopan, jelaskan bahwa kamu sedang mempersiapkan interview, dan ajukan dua atau tiga pertanyaan singkat. Jangan meminta informasi rahasia atau bocoran soal seleksi. Ingat juga bahwa pengalaman satu orang belum tentu mewakili seluruh perusahaan.
4. Sesuaikan riset dengan jenis organisasi
Sumber yang paling berguna berbeda-beda tergantung jenis organisasinya. Gunakan daftar berikut sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan informasi yang tersedia.
- Startup: pelajari produk utama, penggunanya, dan kabar terbaru dari situs resmi atau media tepercaya. Karena kondisinya bisa cepat berubah, periksa tanggal setiap informasi.
- Perusahaan besar atau perusahaan terbuka (Tbk): baca halaman profil, siaran pers, dan laporan tahunan jika tersedia di situs resminya. Cari tahu unit atau divisi tempat posisi itu berada.
- Instansi pemerintah: untuk seleksi CASN, gunakan informasi resmi dari portal SSCASN BKN dan situs instansi terkait. Pelajari tugas dan fungsi unit kerja yang dituju.
- Organisasi nirlaba: pelajari program yang sedang berjalan, siapa penerima manfaatnya, dan laporan kegiatan yang dipublikasikan.
- Agensi atau konsultan: lihat jenis klien dan proyek yang ditampilkan secara publik, lalu pikirkan jenis pekerjaan yang mungkin kamu tangani.
5. Pahami industri dan pesaingnya
Mengenal industri membantumu memahami tantangan yang dihadapi perusahaan. Panduan Texas State University memasukkan pesaing sebagai salah satu hal yang perlu diriset, karena perbandingan dengan pesaing membantumu melihat apa yang membuat perusahaan itu berbeda.
Kamu tidak perlu menganalisis pasar secara mendalam. Cukup lihat dua atau tiga pesaing utama, perhatikan produk atau layanan yang mereka tawarkan, dan baca beberapa berita terbaru tentang industrinya. Situs asosiasi profesi di bidang tersebut juga bisa memberi gambaran tentang isu yang sedang dibahas.
Gunakan pengetahuan ini dengan hati-hati saat interview. Tunjukkan bahwa kamu memahami konteksnya, tetapi hindari menilai strategi perusahaan seolah kamu sudah mengetahui seluruh pertimbangannya.
6. Hubungkan informasi dengan peran
Pilih bagian yang berkaitan dengan pekerjaanmu. Untuk posisi layanan pelanggan, misalnya, pelajari bagaimana pelanggan menghubungi perusahaan. Catat pengalamanmu yang relevan dan pertanyaan yang ingin kamu ajukan.
Riset paling terasa manfaatnya saat kamu menjawab “mengapa ingin bekerja di sini?”. Texas State University mengingatkan agar kamu tidak sekadar menyebutkan fakta yang dihafal, tetapi menghubungkan kemampuan dan minatmu dengan hal yang dihargai organisasi.
Contoh ilustratif berikut menunjukkan cara menghubungkan satu temuan riset dengan pengalamanmu.
Contoh ilustratif
Saya melihat perusahaan ini baru membuka layanan pemesanan lewat aplikasi. Di pekerjaan sebelumnya saya menangani pertanyaan pelanggan lewat chat, jadi saya tertarik membantu tim layanan pelanggan memahami kendala pengguna di kanal baru tersebut.
Sesuaikan contoh dengan pengalamanmu sendiri.7. Fokus riset berdasarkan posisi
Setiap posisi membutuhkan sudut riset yang sedikit berbeda. Beberapa contoh berikut bisa membantumu memilih bagian yang perlu dipelajari lebih dalam.
- Penjualan: produk yang akan kamu tawarkan, calon pelanggannya, dan cara perusahaan menjangkau mereka.
- Pemasaran: kanal komunikasi perusahaan, gaya konten di media sosial resminya, dan kampanye terbaru yang dipublikasikan.
- Teknologi: produk digital yang bisa kamu coba, dokumentasi atau blog teknis jika ada, dan teknologi yang disebut di lowongan.
- Administrasi dan keuangan: struktur organisasi, jumlah cabang atau unit, dan laporan yang dipublikasikan perusahaan.
- Layanan pelanggan: kanal layanan yang tersedia, jam operasional, dan pertanyaan umum yang dijawab di situs.
8. Cari tahu format interview
Riset juga mencakup proses seleksinya. Jika undangan interview belum menjelaskan, kamu bisa menanyakan kepada HR siapa yang akan mewawancarai, berapa lama waktunya, dan apakah ada tes atau presentasi.
Jika nama pewawancara disebutkan, profil profesional publiknya bisa membantumu memahami peran mereka di tim. Gunakan informasi itu untuk menyiapkan pertanyaan yang relevan, bukan untuk membahas hal pribadi.
- Siapa yang akan mewawancarai: HR, calon atasan, atau panel?
- Apakah interview dilakukan tatap muka atau online?
- Berapa lama perkiraan durasinya?
- Apakah ada tes, studi kasus, atau presentasi yang perlu disiapkan?
9. Bawa catatan singkat
Buat satu halaman berisi ringkasan perusahaan, pengalaman yang ingin kamu bahas, dan pertanyaan. Gunakan catatan untuk persiapan; saat berbicara, dengarkan pertanyaan dan jawab sesuai konteks.
Susunan sederhana yang bisa kamu pakai: dua atau tiga kalimat tentang perusahaan, tiga hal penting dari deskripsi peran beserta pengalamanmu yang cocok, satu kalimat alasan tertarik, lalu daftar pertanyaan. Tandai informasi yang belum pasti dengan tanda tanya agar kamu ingat untuk mengonfirmasinya.
- Bedakan fakta dari dugaanmu sendiri.
- Jangan menganggap semua tim memiliki cara kerja yang sama.
- Konfirmasikan informasi yang belum jelas dengan pewawancara.
10. Ubah hasil riset menjadi pertanyaan
Hasil riset yang baik terlihat dari pertanyaanmu. Pertanyaan umum bisa diajukan kepada perusahaan mana saja, sedangkan pertanyaan yang berangkat dari riset menunjukkan bahwa kamu sudah memikirkan pekerjaannya.
Contoh ilustratif berikut menunjukkan perbedaannya untuk posisi staf pemasaran.
Sebelum
Bagaimana strategi pemasaran perusahaan ini?
Setelah diperjelas
Saya melihat perusahaan ini mulai aktif membuat video pendek di media sosial dalam beberapa bulan terakhir. Apakah posisi ini akan terlibat dalam produksi konten tersebut, atau lebih banyak di perencanaan kampanye?
Sesuaikan contoh dengan pengalamanmu sendiri.11. Jadwal riset sederhana
Riset tidak harus selesai dalam satu malam. Pembagian waktu berikut bisa kamu sesuaikan dengan jadwalmu.
- Beberapa hari sebelumnya: baca situs resmi, deskripsi peran, dan kabar terbaru. Tulis catatan satu halaman.
- Sehari sebelumnya: cocokkan catatan dengan pengalaman yang ingin kamu bahas dan pilih tiga pertanyaan utama.
- Hari interview: periksa lagi kabar terbaru tentang perusahaan atau industrinya. Harvard Mignone Center for Career Success menyarankan kebiasaan ini untuk posisi di bidang keuangan; kebiasaan yang sama juga berguna di bidang lain yang cepat berubah.
12. Kesalahan yang sering terjadi
Texas State University mencatat bahwa salah satu keluhan umum pemberi kerja adalah lulusan baru yang terlihat belum meriset perusahaan sebelum melamar atau interview. Namun, riset yang berlebihan juga bisa salah arah. Hindari hal berikut:
- Menghafal banyak fakta, lalu mengucapkannya tanpa kaitan dengan pertanyaan.
- Menggunakan informasi lama sebagai kondisi saat ini.
- Menganggap ulasan karyawan atau rumor sebagai fakta.
- Hanya meriset perusahaan tanpa memahami peran yang dilamar.
- Menanyakan hal yang sudah dijelaskan dengan jelas di situs resmi.